Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya penguatan literasi bahasa sebagai strategi preventif radikalisme di kalangan 45 remaja Panti Asuhan Srimujinab. Program ini dilaksanakan melalui intervensi langsung selama tiga jam dengan metode pemaparan materi dan workshop analisis teks kritis yang berfokus pada retorika dan narasi ekstremis. Hasil observasi kualitatif menunjukkan perubahan mendasar pada subjek, dengan transisi dari penerimaan narasi pasif menjadi kemampuan analisis kritis terhadap pesan ideologi yang manipulatif. Peningkatan keterampilan ini secara signifikan berkorelasi dengan daya tangkal remaja. Disimpulkan bahwapenguatan literasi bahasa merupakan strategi edukasi yang efektif dan berkelanjutan (sustainable) untuk membangun imunitas ideologis remaja, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pencegahan radikalisme..
Copyrights © 2026