Studi ini menelusuri relasi ethical leadership dan work environment terhadap turnover intention, dengan person job fit sebagai mediator, pada PT Pos Indonesia (Persero) KCU Solo. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada karyawan dengan masa kerja minimal satu tahun, sehingga diperoleh 85 responden yang memenuhi kriteria purposive sampling. Instrumen terdiri dari 20 indikator yang mengukur empat variabel utama, Analisis empiris dijalankan melalui SMART-PLS 4.0 dengan penelusuran simultan pada outer inner architecture. Output inferensial memperlihatkan bahwa ethical leadership serta work environment memicu eskalasi yang bermakna secara statistik pada turnover intention dan person–job fit. Sebaliknya, person job fit gagal menunjukkan daya jelajah signifikan terhadap turnover intention dan tidak berfungsi sebagai kanal mediasi bagi pengaruh ethical leadership maupun work environment. Implikasi temuan ini menegaskan bahwa intensifikasi kualitas kepemimpinan dan atmosfer kerja tidak otomatis mereduksi niat keluar karyawan melalui mekanisme kesepadanan kerja. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas variabel serta melibatkan sampel lintas industri agar hasil lebih komprehensif dan dapat digeneralisasikan.
Copyrights © 2026