Pasar modal berfungsi sebagai kanal akumulasi dana korporasi sekaligus indikator denyut makroekonomi nasional. Fluktuasi harga saham tidak berdiri otonom, melainkan dikonstruksi oleh variabel makro seperti inflation rate, interest policy, dan exchange dynamics. Riset ini mengevaluasi relasi inflasi, suku bunga, serta nilai tukar terhadap harga saham emiten sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2023. Pendekatan kuantitatif diaplikasikan dengan memanfaatkan secondary dataset yang diekstraksi dari Bank Indonesia, BPS, dan publikasi BEI. Pemilihan unit analisis dilakukan melalui purposive sampling, sementara estimasi hubungan antarvariabel dimodelkan menggunakan multiple regression framework. Temuan empiris mengindikasikan bahwa secara individual ketiga variabel makro tersebut memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, serta secara kolektif membentuk determinan yang relevan bagi pergerakan saham perusahaan pertambangan.
Copyrights © 2026