e-GIGI
Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi

Perbandingan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Buah Papaya (Carica papaya L.) dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)

Aldilawati, Sari (Unknown)
Abdi, Muhammad J. (Unknown)
Salim, Nurul A. E. P. A. (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jan 2026

Abstract

Abstract: Saliva is a complex fluid produced by the salivary glands and plays a very important role in maintaining the balance of the ecosystem in the oral cavity. Papaya fruit (Carica papaya L.) contains 0.7 grams of fiber per 100 grams, which can help increase saliva production, thereby providing a self-cleansing effect. Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) is rich in nutrients such as vitamin C, phosphorus, calcium, and antioxidants, and contains antibacterial agents, betacyanin, and phenols. Consuming fruit is one way to maintain optimal saliva pH level and prevent tooth decay. Therefore, the effectiveness of these two types of fruits on saliva pH levels needs to be explored. This was a quasi-experimental study employing a two-group pretest-posttest design. The results showed that based on the Wilcoxon test results, there was a significant difference in the average saliva pH before and after consuming papaya (Carica papaya L.) and red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus), however, the Mann Whitney test showed no difference between the two treatments. In conclusion, papaya (Carica papaya L.) and red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) have the same effectiveness in lowering saliva pH after consumption by chewing. Although significant Keywords: pH saliva; papaya fruit (Carica papaya L.); red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus)    Abstrak: Saliva adalah cairan kompleks yang diproduksi oleh kelenjar saliva dan berperan penting dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem dalam rongga mulut. Buah papaya (Carica papaya L.) mengandung serat sebanyak 0,7 gr dalam tiap 100 gr, yang dapat membantu pengeluaran saliva lebih banyak sehingga memberikan efek self cleansing. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan nutrisi kaya vitamin C, fosfor, dan kalsium, antioksidan, serta kandungan antibakteri, betacinin, dan fenol. Mengonsumsi buah merupakan salah satu cara menjaga pH saliva dalam kondisi optimum untuk mencegah terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mengonsumsi kedua jenis buah terhadap pH saliva. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental, dengan two group pretest postest design. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan temuan berbeda secara bermakna antara rerata pH saliva sebelum dan sesudah mengonsumsi buah papaya (Carica papaya L.) maupun buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), namun uji  Mann Whitney tidak mendapatkan perbedaan antara kedua perlakuan. Simpulan penelitian ini ialah buah pepaya (Carica papaya L) dan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki efektivitas yang sama dalam menurunkan pH saliva setelah dikonsumsi dengan cara dikunyah. Meskipun perubahan bermakna terjadi dalam masing-masing kelompok, tidak ditemukan adanya perbedaan efektivitas yang bermakna antara keduanya. Kata kunci: pH saliva; pepaya; buah naga merah

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

egigi

Publisher

Subject

Dentistry

Description

JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan ...