Pertunjukan Batti-Batti merupakan permainan kelisanan khas masyarakat Kepulauan Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan. Permainan ini adalah aksi memberi syair antara seorang laki-laki dan perempuan dalam nyanyian. Artikel ini membahas formula yang digunakan penyanyi untuk menghasilkan syair pada permainan Batti-Batti. Artikel ini menjawab permasalahan tersebut dengan menggunakan teori formula kelisanan Parry-Lord. Dalam teori ini menjelaskan bahwa dalam praktik kelisanan penyanyi tidak mengandalkan memori, melainkan mnemonik. Mnemonik dapat hadir apabila penyair menguasai formula permainan. Formula terdiri atas formulaik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan meminjam metode perekaman kelisanan Ruth Finnegan. Adapun proses analisis dilakukan dengan perekaman, transkripsi, dan analisis. Artikel ini menemukan bahwa ada tiga formula pertunjukan Batti-Batti, yaitu struktur utama pada pertunjukan Batti-Batti yang meliputi kebahasaan, syair pembuka dan penutup, dan penonton; adanya pola irama melodi vokal yang berbeda antara penyair laki-laki dan perempuan, dan; repetisi yang terdiri atas repetisi keseluruhan larik, repetisi sebagian larik, dan repetisi sebagian dan keseluruhan larik.
Copyrights © 2025