Sampah organik yang dihasilkan sekolah masih menjadi permasalahan lingkungan akibat keterbatasan fasilitas pengelolaan yang berkelanjutan. SMKN 1 Gunung Sindur menghadapi tantangan serupa dalam upaya mencapai predikat Sekolah Adiwiyata Unggulan. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Mercu Buana (UMB) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis kolaborasi dengan Pemerintah Desa Rawa Kalong dan Tim Adiwiyata sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam mengelola limbah organik menjadi media tanam dan pupuk cair, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan guru. Metode yang digunakan adalah project-based participatory workshop, mencakup sosialisasi interaktif, demonstrasi video, serta praktik langsung secara berkelompok. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi kegiatan, dan kuesioner daring. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi aktif peserta. Terbentuknya mini garden menjadi bukti konkret penerapan hasil pelatihan dan media pembelajaran kontekstual berbasis ekoliterasi. Program ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, yaitu kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal dalam menciptakan solusi inovatif untuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan di sekolah dan masyarakat.
Copyrights © 2025