Produksi padi sawah merupakan salah satu sektor strategis dalam keberlanjutan ketahanan pangan nasional, namun masih terdapat penurunan produksi yang salah satunya dapat disebabkan oleh faktor dari jumlah bibit per lubang tanaman, oleh karena penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas variasi jumlah bibit per lubang dalam meningkatkan produksi padi sawah sehingga dapat direkomendasi penanaman yang optimal untuk kondisi lokal. Penelitian ini dilakukan menggunakan polybag yang dirancang menggunakan sistem percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu jumlah bibit per lubang tanaman dengan perlakuan P1 (satu batang per lubang); P2 (dua batang per lubang); P3 (tiga batang per lubang); P4 (empat batang per lubang); P5 (lima batang per lubang); P6 (enam batang per lubang), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 ulangan. Setiap percobaan dilakukan pengamatan terhadap Jumlah Anakan, Jumlah Anakan Produktif, Jumlah Anakan tidak Produktif, dan Bobot Malai. Berdasarkan hasil analisis varian menunjukkan bahwa perbedaan jumlah bibit per lubang tanam memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap Jumlah Anakan dan Anakan Produktif. Jumlah Anakan Produktif P3 (23,75) tidak berbeda nyata terhadap P4 (25,75) dan P5(26,50), akan tetapi P3 meliliki nilai Bobot Malai tertinggi (60,26) dibanding dengan perlakuan yang lain walaupun tidak berbeda nyata secara statistik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa P3 merupakan jumlah bibit yang paling bagus dalam peningkatan produksi tanaman padi sawah
Copyrights © 2025