Kemajuan dan inovasi dalam pengembangan material baru atau peningkatan material yang sudah ada. Sifat material umumnya diklasifikasikan menjadi sifat mekanik, sifat fisik, sifat kimiawi. Sifat mekanik secara umum ditentukan melalui pengujian destruktif (destructive test) dari sampel material pada kondisi pembebanan yang terkontrol. Dalam Penelitian ini, akan membandingkan pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan tarik dan mempelajari respon tegangan dan regangan terhadap Baja ST 60. Spesimen yang digunakan yaitu material poros baja dengan ukuran diameter 25,4 mm dengan perlakuan panas 800oC, 900oC, 1000 oC, 1100oC dan 1200oC. Hasil uji tarik rata-rata temperature 800oC memiliki nilai tertinggi dalam tingkat nilai kekuatan tarik yaitu 604,900 MPa, sedangkan 900oC memiliki kekuatan tarik rata rata 603,542 MPa, 1000oC dengan nilai 598,653 MPa, 1100oC yaitu dengan nilai 537,538 MPa, dan 1200oC dengan nilai 476,967 MPa. Sedangkan Hasil perhitungan regangan di peroleh hasil rata rata pada spesimen temperature 800 oC memiliki nilai regangan 25,64667, pada temperature 900oC nilai regangan meningkat dengan nilai 31,36, pada temperature 1000oC memiliki nilai tertinggi dari hasil regangan spesimen lainnya yaitu dengan nilai 32,80667, pada temperature 1100oC dan 1200oC mengalami penurunan nilai regangan yaitu 30,94 dan 31,26667.Berdasarkan percobaan dapat diartikan hasil uji tarik rata rata mengalami penurunan kekuatan tarik berdasarkan nilai suhu perlakuan panas. Untuk nilai persentase regangan pada temperature 1000 oC memiliki nilai dengan persentase tertinggi dengan nilai rata rata 32,80667. Sedangkan pada temperature 800 oC memiliki persentase nilai terendah yaitu dengan nilai 25,64667 Hal ini dapat disebabkan dari beberapa faktor yaitu faktor suhu/temperature pemanasan yang diberikan pada spesimen itu sendiri atau pada kondisi permukaan spesimen. Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi nilai regangan yaitu dari struktur mikro material karena struktur butir, orientasi kristal, dan keberadaan fasa atau inklusi dalam material dapat mempengaruhi bagaimana material berdeformasi di bawah tegangan tarik. Material dengan struktur butir halus cenderung memiliki regangan yang lebih besar dibandingkan dengan material berbutir kasar.
Copyrights © 2025