Aplikasi SIMBA BAZNAS Ngawi merupakan sistem informasi manajemen yang dirancang untuk mengotomatiskan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah. Meskipun aplikasi ini telah meningkatkan efisiensi input data dan transparansi pelaporan keuangan, studi ini menemukan bahwa BAZNAS Ngawi menghadapi keterbatasan kapasitas saat lonjakan pengguna dan manajemen waktu henti yang kurang optimal selama pemeliharaan. Permasalahan ini menyebabkan penurunan kinerja sistem, seperti kesalahan, respons yang lambat, dan ketidakmampuan untuk mengakses fitur-fitur dasar. Solusi sementara input manual ke Microsoft Excel berisiko menimbulkan duplikasi data. Untuk mengatasi hal ini, studi ini menyarankan peningkatan kapasitas server, penerapan penyeimbangan beban (load balancing), dan pengembangan sistem sinkronisasi otomatis dari Excel ke basis data. Studi ini menyoroti pentingnya infrastruktur dan pelatihan SDM yang memadai untuk memaksimalkan manfaat aplikasi SIMBA.
Copyrights © 2025