Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk pematuhan prinsip kesantunan berbahasa pada Podcast Warung Kopi berjudul “Pernah Menjadi Duta Kemenpora, Duta Pajak Hingga Jadi Dosen di UGM” oleh Praz Teguh bersama Prilly Latuconsina. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian berasal dari kanal YouTube PWK, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dan kutipan kalimat yang mengandung tuturan kesantunan dalam dialog antara host dan bintang tamu. Teknik pengumpulan data meliputi teknik simak, teknik catat, dan teknik pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahapan menonton dan menyimak video podcast, mentranskripsikan tuturan, mencatat tuturan yang relevan, mengelompokkan data berdasarkan enam maksim kesantunan Leech, menganalisis data berdasarkan teori, serta menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya enam maksim kesantunan dengan total 49 data, yaitu maksim kebijaksanaan (7 data), kedermawanan (3 data), pujian (6 data), kesederhanaan (6 data), kesepakatan (25 data), dan kesimpatian (2 data). Temuan ini memberikan kontribusi akademik dengan menunjukkan bahwa prinsip kesantunan berbahasa tetap dominan dan berfungsi secara nyata dalam komunikasi digital yang bersifat informal seperti podcast, khususnya melalui dominasi maksim kesepakatan yang mencerminkan orientasi penutur pada keharmonisan, kerja sama, dan kelancaran interaksi. Penelitian ini memperkaya kajian pragmatik dengan menghadirkan bukti empiris bahwa teori kesantunan Leech masih relevan dan aplikatif dalam menganalisis wacana media baru. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi kreator konten dan masyarakat umum dalam membangun komunikasi publik yang santun, etis, dan tetap natural di ruang digital, tanpa mengurangi spontanitas dan daya tarik interaksi lisan.
Copyrights © 2025