Gangguan kecemasan menjadi salah satu permasalahan utama kesehatan mental dunia, dengan prevalensi global mencapai 4,05% (Global Burden of Disease, 2019) dan peningkatan 6,8% di Indonesia selama pandemi COVID-19 (Riskesdas). Mengingat adanya risiko etis dan psikologis untuk menguji individu dengan kondisi kecemasan, penelitian ini menggunakan responden normal yang diberi stimulus guna memicu ketidaknyamanan secara terkontrol. Stimulus berupa game Turtle Trouble yang dirancang dengan elemen visual, audio, dan tantangan interaktif untuk meningkatkan beban kognitif pemain. Data EEG direkam menggunakan MUSE 2 dan dianalisis dengan MATLAB dan EEGLAB untuk memantau spektrum gelombang alpha (8–12 Hz), beta (12–30 Hz), dan gamma (>30 Hz) secara real-time. Hasil menunjukkan rata-rata kemunculan frekuensi tinggi meningkat dari 5 kali (Level 1), 6,5 kali (Level 2), hingga 9,5 kali (Level 3). Gelombang beta dan gamma mendominasi selama permainan, sedangkan alpha meningkat setelah stimulus audio. Skor subjektif ketidaknyamanan tercatat rata-rata 4,41/5, menunjukkan efektivitas Turtle Trouble sebagai media stimulus terukur dalam studi neuropsikologi. Kata kunci : Brainwave, EEG, Enhanced Alpha, Turtle Trouble, Neurofeedback, Game Frustrasi
Copyrights © 2025