Cafe Kopi Klotok Tako merupakan UsahaMikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengusung konseptradisional-modern dan telah memiliki pelanggan tetap.Namun, proses bisnis yang dijalankan belum memanfaatkanteknologi secara optimal, seperti dalam pencatatan stok,reservasi, dan strategi promosi, sehingga menghambat efisiensidan pertumbuhan usaha. Kondisi tersebut penting untuk ditelitikarena meningkatnya persaingan industri kedai kopi diIndonesia menuntut pelaku UMKM untuk lebih adaptifterhadap digitalisasi. Cafe ini masih menghadapi kesenjanganantara operasional manual yang berjalan saat ini dengankebutuhan pasar yang dinamis dan digital. Penelitian inimenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melaluiwawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukandengan memetakan model bisnis menggunakan Business ModelCanvas (BMC), kemudian dievaluasi menggunakan SWOTuntuk merumuskan isu strategis. Solusi yang dikembangkanberupa model bisnis baru (BMC 2.0) yang mencakup sistemreservasi digital, promosi terstruktur, program loyalitas, danpengelolaan data pelanggan. Model bisnis baru telah divalidasioleh stakeholder dan expert, dan dinilai relevan untukditerapkan secara bertahap. Solusi ini berkontribusi dalammeningkatkan efisiensi operasional dan daya saing UMKM disektor FnB terutama kedai kopi melalui strategi berbasisdigital.Kata kunci — Model Canvas, Digitalisasi, FnB, StrategiBisnis, SWOT
Copyrights © 2025