UMKM Tenda Hajatan Dhuta Rahayu Cilacapmenghadapi kendala dalam memenuhi lonjakan permintaanakibat keterbatasan tenaga kerja tetap, yang menyebabkanpenolakan pesanan hingga 10 kali dalam satu bulan dan potensikehilangan pendapatan sekitar Rp 5.000.000. Penelitianbertujuan mengoptimalkan sumber daya melalui penerapanmetode work sampling, time study, forecasting, danmanpowering. Hasil work sampling menunjukkan bahwa hanya71% waktu kerja digunakan secara produktif, sementarasisanya merupakan aktivitas tidak langsung atau waktu henti.Time study menghasilkan waktu baku pemasangan tendasebesar 245 menit per unit. Metode forecasting terbaik adalahLinear Trend Model dengan tingkat kesalahan MAPE sebesar15,84%, dan proyeksi permintaan tertinggi mencapai 41 unittenda pada bulan Agustus. Berdasarkan perhitungankebutuhan tenaga kerja, dibutuhkan tambahan dua pekerjafreelance pada periode puncak. Strategi tersebut dinilai lebihefektif dibandingkan lembur karena dapat meningkatkankapasitas layanan hingga 33%, menjaga kesehatan sertaproduktivitas karyawan tetap, dan meningkatkan peluangkeberlanjutan serta daya saing usaha.Kata kunci — Efisiensi operasional, manpowering,pengukuran kerja, tenda hajatan, UMKM.
Copyrights © 2025