Penelitian ini mengkaji sosok KH Ahmad Mursyidin, sosok yang sangat dihormati oleh keluarga besarnya, para kiai, dan masyarakat di Pondok Pesantren Buntet serta sekitarnya. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki pengabdian tinggi kepada masyarakat tanpa memandang status sosial, serta mampu memadukan ilmu dan amal saleh, teori dan praktik, agama dan kehidupan sosial, serta kesalehan spiritual dan sosial. Teladan hidupnya membuat beliau dihormati dan bahkan dianggap sebagai wali Allah, karena sifat-sifatnya selaras dengan karakteristik wali sebagaimana yang dideskripsikan oleh para ulama. Keyakinan ini kemudian berujung pada anggapan bahwa beliau adalah sosok yang agung. Namun, terdapat perbedaan penafsiran di kalangan masyarakat; sebagian memandang keramat sebagai anugerah spiritual, sementara yang lain menafsirkannya sebagai bentuk ilmu ramalan yang serupa dengan primbon Jawa. Melalui penelitian lapangan, penulis mengidentifikasi permasalahan seperti kurangnya klarifikasi yang komprehensif mengenai isu-isu terkait kesucian dan kesulitan masyarakat dalam mengidentifikasi kebenaran informasi yang beredar. Hal ini menimbulkan dua dampak utama: ketidaknyamanan dari KH Ahmad Mursyidin sendiri dan pembenaran sepihak dari masyarakat atas kepercayaan terhadap rumor tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya klarifikasi dan pendekatan ilmiah dalam memahami fenomena keagamaan dan sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan
Copyrights © 2025