Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai pengaruh pengendalian internal, good corporate governance, moralitas individu, serta pengetahuan tentang fraud terhadap upaya pencegahan kecurangan (fraud prevention) pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan BPR, yang meliputi jajaran Direksi, unit audit internal, kepatuhan, manajemen risiko, kredit, operasional, dan akuntansi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan jumlah responden sebanyak 120 orang, sehingga seluruh populasi penelitian dijadikan sampel. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Service Solution). Pengujian data meliputi uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, serta uji asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal yang kuat, penerapan prinsip good corporate governance yang konsisten, moralitas individu yang tinggi, serta pemahaman yang baik mengenai praktik dan modus fraud berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pencegahan kecurangan. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara sistem pengawasan, budaya etika, dan peningkatan kompetensi karyawan dalam menciptakan lingkungan perbankan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan.
Copyrights © 2025