Struktur modal merupakan keputusan strategis yang memengaruhi keseimbangan antara risiko dan pengembalian perusahaan. Dalam konteks industri manufaktur di Indonesia, keputusan pendanaan menjadi krusial karena tingginya kebutuhan modal kerja, fluktuasi harga bahan baku, dan tekanan likuiditas. Telaah literatur ini bertujuan untuk mengklarifikasi teori-teori utama yang mendasari hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan, merangkum hasil penelitian empiris terkini pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2025, serta mengidentifikasi kesenjangan riset dan arah pengembangan penelitian ke depan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa sebagian besar studi menemukan pengaruh positif signifikan antara leverage yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap nilai perusahaan yang diproksikan melalui Tobin’s Q atau Price to Book Value (PBV). Namun, beberapa penelitian juga mengindikasikan hubungan non-linear berbentuk inverted-U, di mana penggunaan utang berlebihan justru menurunkan nilai perusahaan akibat meningkatnya risiko kebangkrutan. Implikasi teoritis penelitian ini menegaskan relevansi trade-off theory dan signaling theory dalam konteks pasar berkembang, sedangkan secara praktis hasilnya memberikan dasar bagi manajer keuangan dalam menentukan struktur modal optimal dan bagi regulator dalam merancang kebijakan pengawasan serta insentif pendanaan yang sehat di sektor manufaktur Indonesia.
Copyrights © 2026