Perkembangan dalam sektor industri memberikan sumbangan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghasilkan limbah yang bisa membahayakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sebelumnya, pengelolaan limbah industri lebih fokus pada teknik dan kepatuhan hukum, sementara aspek etika dan nilai moral sering terabaikan. Studi ini bertujuan untuk menyusun model pengelolaan limbah industri yang didasarkan pada konsep keseimbangan alam menurut Islam. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dari artikel dan jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Islam seperti khalifah, mīzān (keseimbangan), amanah, serta larangan isrāf dapat menjadi dasar etis yang kuat dalam mengelola limbah industri. Mengombinasikan nilai-nilai tersebut dengan metode pengelolaan limbah yang berkelanjutan, seperti mengurangi limbah di sumbernya, memanfaatkan kembali, mendaur ulang, dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, dapat menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, instrumen ekonomi Islam seperti wakaf hijau dan tanggung jawab sosial yang berbasis syariah bisa membantu mendukung keberlanjutan pembiayaan. Dengan demikian, filosofi keseimbangan alam dalam Islam sangat relevan sebagai dasar untuk pengelolaan limbah industri yang bertanggung jawab dan berkesinambungan.
Copyrights © 2026