Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki keberagaman agama di dalamnya. Berangkat dari hal tersebut, Sekolah Menengah Atas Negeri Pesanggaran Banyuwangi memiliki program guna mendukung keberagaman yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Pembiasaan Beribadah dan mengidentifikasi kesesuaiannya dengan prinsip kewarganegaraan multikultural. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan program ditujukan untuk lima agama yang dianut murid. Namun realitanya, dalam program tersebut masih ditemui ketimpangan dalam akses, fasilitas, dan pendampingan. Dimana murid yang beragama Islam dan Hindu mendapat dukungan institusional lebih baik dibanding Kristen, Katolik, dan Buddha. Meski sekolah menunjukkan komitmen terhadap keberagaman, ketimpangan struktural menghambat penerapan prinsip multikultural yang adil. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan keadilan distributif dan dukungan institusional diperlukan agar program benar-benar menumbuhkan kewarganegaraan multikultural yang inklusif.
Copyrights © 2026