Revolusi Industri 4.0 menghadirkan konvergensi teknologi siber-fisik dan kecerdasan buatan yang menciptakan efisiensi luar biasa namun juga memunculkan tantangan etika yang rumit terkait privasi, bias algoritmik, dan pekerjaan manusia. Kerangka etika tradisional tidak memadai untuk mengatasi laju perubahan ini. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan kerangka etis baru, yaitu IWE (Islamic Wellbeing and Ethics), yang berakar pada pandangan dunia Islam. Dengan menekankan pada konsep tauhid, khalifah, dan maslahah(kesejahteraan publik), IWE menyuntikkan nilai-nilai moral seperti keadilan ('adl) dan tanggung jawab (amanah) ke dalam perancangan teknologi dan kebijakan Industri 4.0. Tujuannya adalah untuk memastikan kemajuan teknologi melayani kesejahteraan holistik umat manusia (falah) dan lingkungan, sehingga menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga etis, adil, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Copyrights © 2026