Dalam era digital saat ini, media sosial seperti Instagram telah menjadi platform utama untuk komunikasi politik, termasuk oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), guna membangun citra dan memperkuat hubungan dengan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi humas PPP dalam mengelola reaksi negatif, terutama komentar kritis dan emosional di media sosial selama tahun 2024, menjelang dan pasca Pemilu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara mendalam dengan humas internal dan pengamat eksternal serta analisis terhadap komentar-komentar yang muncul di akun Instagram PPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PPP telah menerapkan strategi respons aktif, edukatif, dan transparan, mereka mengalami hambatan karena faktor internal organisasi yang lemah dalam aspek ritual dan budaya organisasi. Strategi komunikasi digital dianggap belum cukup efektif untuk mengubah persepsi publik secara signifikan, karena harus didukung oleh kekuatan internal dan identitas kolektif yang kokoh. Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan citra di media sosial sangat dipengaruhi oleh kekuatan internal organisasi yang mendasari strategi eksternal yang diterapkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk peningkatan manajemen komunikasi politik yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026