Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan Tempo mengenai pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua oleh Presiden Prabowo Subianto. Analisis menggunakan model framing Robert N. Entman melalui empat komponen: define problems, diagnose causes, moral judgment, dan treatment recommendation. Pendekatan penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan unit analisis berupa teks berita Tempo berjudul “Komite Pembangunan Papua untuk Siapa?” (13 Oktober 2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo membingkai kebijakan pembentukan Komite sebagai pengulangan pendekatan pembangunan yang keliru, top-down, dan gagal menjawab akar konflik Papua. Tempo menonjolkan narasi sejarah diskriminasi, kegagalan pembangunan, maraknya pelanggaran HAM, serta ketidakefektifan kebijakan Otsus sebagai argumentasi bahwa Komite tersebut tidak relevan dan justru mempertebal jarak antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua. Rekomendasi yang dibangun Tempo adalah perlunya perubahan paradigma negara: dari pendekatan keamanan dan pembangunan teknokratis menuju pengakuan martabat, hak politik, dan partisipasi orang Papua
Copyrights © 2026