Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki kekhasan dalam pembelajaran kitab kuning, salah satunya melalui kajian Kitab Fathul Qorib yang berperan strategis dalam penguatan fikih mazhab Asy-Syafi‘i pada jenjang Ulya. Namun, implementasi pembelajaran kitab ini masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran Kitab Fathul Qorib bagi santri kelas 2 Ulya di Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo Bululawang Malang serta mengidentifikasi problematika, faktor penyebab, dan solusi pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara. Subjek penelitian adalah santri kelas 2 Ulya, guru pengampu, serta kepala kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara perencanaan, program pembelajaran Fathul Qorib telah tersusun secara sistematis, namun pada tataran implementasi masih dijumpai berbagai problematika, seperti lemahnya penguasaan nahwu dan sharaf, kesulitan membaca teks Arab gundul, keterbatasan pemahaman istilah fikih, metode pembelajaran yang kurang variatif, evaluasi yang belum optimal, serta kompetensi pedagogis guru yang perlu ditingkatkan. Faktor penyebab problematika tersebut meliputi faktor internal santri, seperti latar belakang pendidikan yang heterogen dan motivasi belajar yang fluktuatif, serta faktor eksternal berupa keterbatasan waktu, metode pembelajaran, dan pendampingan. Sebagai solusi, pesantren menerapkan penguatan nahwu–sharaf secara terprogram, kombinasi metode bandongan dan sorogan, kontekstualisasi materi fikih dengan praktik ibadah, evaluasi formatif dan sumatif melalui ujian catur wulan, serta peningkatan peran ustadz melalui forum MGMP fikih. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan pembelajaran kitab kuning pada jenjang Ulya di pesantren.
Copyrights © 2026