Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar, yang perkembangannya tidak terlepas dari peran keluarga, khususnya keterlibatan orang tua. Namun, pada praktiknya keterlibatan orang tua dalam mendampingi kegiatan membaca anak masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk keterlibatan orang tua, faktor penyebab rendahnya keterlibatan tersebut, serta dampaknya terhadap kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis. Subjek penelitian terdiri atas empat puluh siswa sekolah dasar, dengan tiga siswa dipilih sebagai subjek utama penelitian berdasarkan kriteria rendahnya minat dan kemampuan membaca. Orang tua siswa serta satu guru kelas dilibatkan sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pengembangan literasi membaca masih bersifat pasif dan belum terstruktur, dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, rendahnya kesadaran akan pentingnya literasi, latar belakang pendidikan orang tua, serta dominasi penggunaan gawai. Minimnya keterlibatan tersebut berdampak pada rendahnya minat baca, kemampuan pemahaman bacaan, serta motivasi siswa dalam membaca. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan literasi yang mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa
Copyrights © 2026