Efikasi diri merupakan salah satu konstruk psikologis yang banyak dikaji dalam psikologi pendidikan karena diyakini menjadi salah satu penentu keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam konsep efikasi diri serta perannya terhadap dua variabel psikologis penting dalam proses belajar, yaitu motivasi belajar dan resiliensi akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka (library research), yakni dengan menghimpun, mengkaji, dan menyintesis berbagai sumber pustaka primer berupa artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, efikasi diri dalam perspektif psikologi pendidikan dipahami sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengorganisasi dan melaksanakan tindakan yang diperlukan guna mencapai hasil belajar tertentu, yang terbentuk melalui empat sumber utama yaitu pengalaman keberhasilan, pengalaman vikarius, persuasi verbal, dan kondisi fisiologis-emosional. Kedua, efikasi diri berperan signifikan dalam membentuk dan meningkatkan motivasi belajar siswa, baik secara langsung maupun melalui interaksi dengan faktor lingkungan seperti iklim kelas, dukungan orang tua, dan kreativitas mengajar guru. Ketiga, efikasi diri juga berkontribusi besar terhadap resiliensi akademik siswa, yaitu kemampuan bertahan dan bangkit dari kesulitan akademik, dengan kontribusi yang dilaporkan berbagai penelitian berkisar antara 28% hingga hampir 50% terhadap variansi resiliensi akademik. Kajian ini merekomendasikan agar penguatan efikasi diri dijadikan strategi utama dalam intervensi psikologi pendidikan di sekolah, baik melalui program bimbingan konseling, pola asuh yang mendukung, maupun desain pembelajaran yang memberi ruang bagi pengalaman keberhasilan siswa.
Copyrights © 2026