Penelitian ini mengkaji Program Angkringan Harapan sebagai studi kasus pemberdayaan komunitas rentan di Kabupaten Klaten. Program ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Sejuta Harapan (DSH), yang menyediakan modal usaha berupa gerobak angkringan, disertai pelatihan dan pendampingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini meningkatkan pendapatan penerima manfaat yang bertahan dari rata-rata Rp50.000–Rp100.000 menjadi Rp150.000–Rp200.000 per hari. Namun, terdapat tingkat putus program (dropout) sebesar 50%, yang sebagian besar disebabkan oleh keterbatasan konsistensi dan ketekunan penerima manfaat. Program ini mengintegrasikan zakat produktif dengan potensi budaya lokal, dalam hal ini angkringan, yang dinilai mempercepat adaptasi dan partisipasi masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pendampingan non-ekonomi, seperti pelatihan motivasi dan pengelolaan usaha, serta menunjukkan potensi program serupa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Copyrights © 2025