Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengasuhan anak yang dilakukan oleh warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Sukamiskin Kota Bandung. Kondisi pengasuhan di dalam lembaga pemasyarakatan berbeda dengan kondisi pengasuhan di masyarakat umum karena adanya keterbatasan ruang, waktu, dan fasilitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari warga binaan perempuan yang mengasuh anak, petugas lapas, dan tenaga sosial yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat berbagai keterbatasan, ibu binaan berusaha memenuhi peran pengasuhan secara emosional dan praktis, dengan dukungan terbatas dari lembaga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengasuhan di lapas memerlukan pendekatan berbasis kebutuhan anak serta dukungan yang lebih sistematis dari negara dan lembaga sosial.
Copyrights © 2025