Perbedaan dosis-respons antara High-Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT) terhadap stres oksidatif dan adaptasi mitokondria masih menjadi topik penting dalam fisiologi olahraga. Kajian ini bertujuan membandingkan efek kedua metode latihan terhadap biomarker redoks dan parameter fungsi mitokondria. Literatur review ini dilakukan terhadap jurnal terakreditasi dan terindeks Scopus dengan rentang waktu 2020-2025. Dua belas studi yang memenuhi kriteria inklusi, disintesis secara naratif berdasarkan jenis latihan, parameter redoks (MDA, SOD, GPx, CAT) dan indikator mitokondria (PGC-1α, kompleks enzim, fusion-fission). Hasil penelitian memaparkan bahwa HIIT konsisten menunjukkan penurunan MDA lebih besar serta peningkatan antioksidan endogen yang lebih kuat dibandingkan MICT. Selain itu, HIIT meningkatkan biogenesis, densitas, dan dinamika mitokondria secara lebih signifikan, serta memberikan peningkatan kebugaran aerobik dan sensitivitas metabolik yang lebih cepat. Bukti teerbaru mendukung bahwa HIIT memiliki keunggulan fisiologis dibandingkan MICT dalam mengoptimalkan homeostasis redoks dan remodeling mitokondria, mencerminkan repons dosis-intensitas yang lebih kuat. Temuan ini menegaskan HIIT sebagai strategi latihan yang efisien untuk kesehatan metabolik dan fungsi seluler.
Copyrights © 2025