The phenomenon of student brawls in Indonesia represents a multidimensional social crisis rooted in the failure of educational and social systems to shape adolescent character. This study aims to analyze the effectiveness of integrating Islamic values in Muhammadiyah education as a preventive and solutive approach to this issue. The research frames student brawls within a broader context as a manifestation of the deficit in internalizing noble values, necessitating a comprehensive and sustainable approach. The methodology employed is library research with a descriptive-analytical approach, examining secondary data from various sources such as scholarly books, journals, Muhammadiyah policy documents, and reports from relevant institutions. The analysis identifies the correlation between core Islamic values, Muhammadiyah educational practices, and the goal of fostering peaceful student character. The findings reveal that the integration of Islamic values in Muhammadiyah education—through value-based curricula, spiritual mentoring, social engagement, and moral cultivation—effectively shapes students who are faithful, emotionally intelligent, and socially resilient. These findings suggest that Muhammadiyah education has the potential to serve as a relevant and effective national character education model for preventing student brawls. The study concludes that the systematic and contextual integration of Islamic values in education can produce a generation with strong character, noble morals, and the ability to contribute positively to society, addressing the urgent need to overcome the character crisis among Indonesian youth. Abstrak Fenomena tawuran pelajar di Indonesia sebagai krisis sosial multidimensional, yang berakar pada kegagalan sistem pendidikan dan sosial dalam membentuk karakter remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan Muhammadiyah sebagai solusi preventif dan solutif terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini menempatkan tawuran pelajar dalam konteks luas sebagai manifestasi dari defisit internalisasi nilai-nilai luhur, yang memerlukan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik, yang mengkaji data sekunder dari berbagai sumber seperti buku ilmiah, jurnal, dokumen kebijakan Muhammadiyah, dan laporan lembaga terkait. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara nilai-nilai inti Islam, praktik pendidikan Muhammadiyah, dan tujuan pembentukan karakter pelajar yang damai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan Muhammadiyah, melalui kurikulum berbasis nilai, pembinaan spiritual, keterlibatan sosial, dan pembudayaan moral, mampu membentuk karakter pelajar yang beriman, cerdas emosional, dan tangguh secara sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan Muhammadiyah berpotensi menjadi model pendidikan karakter nasional yang relevan dan efektif dalam mencegah tawuran pelajar. Kesimpulan utama penelitian ini menekankan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman secara sistematis dan kontekstual dalam pendidikan dapat melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk mengatasi krisis karakter yang melanda generasi muda Indonesia.
Copyrights © 2026