e-CliniC
Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC

Profil Kasus Luka Bakar di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Tahun 2023 – 2024

Rusly, Evan Y. (Unknown)
Tomuka, Djemi (Unknown)
Mallo, Nola T. S. (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Jan 2026

Abstract

Abstract: Burn injury represents a major health problem with both clinical and medicolegal implications, particularly when related to accidents or criminal incidents. This study aimed to describe the profile of burn injury cases at Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado in 2023–2024. This was a descriptive and retrospective study based on secondary data obtained from medical records of burn cases treated during the study period. The results showed a total of 16 burn cases, with 12 patients (75%) survived and four patients (25%) died. The highest number of cases occurred in 2024 (62.5%). The most common cause of burns was fire (62.5%), followed by electricity and hot liquids (12.5% each), and explosion (6.3%). Based on total body surface area, the most frequent category was 10–29% (31.3%), and the most common burn degree was second-degree burns (31.3%). Most patients were adults aged 18–59 years (62.5%), and males constituted the majority (75%). All patients were Indonesian citizens residing in Manado. In conclusion, burn injuries in Manado most commonly affect adult males and are primarily caused by fire. These findings highlight the need for enhanced safety education in both workplace and domestic settings, as well as improved medicolegal documentation to support forensic analysis and inform public health policies. Keywords: burn injury; case profile; forensic aspect    Abstrak: Luka bakar menjadi masalah kesehatan yang memiliki implikasi klinis maupun medikolegal, terutama ketika berkaitan dengan kecelakaan atau tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kasus luka bakar di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado pada tahun 2023–2024. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis pasien luka bakar yang dirawat selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 kasus luka bakar yang tercatat, dengan 12 pasien (75%) hidup dan empat pasien (25%) meninggal dunia. Kasus terbanyak ditemukan pada tahun 2024 (62,5%). Penyebab luka bakar yang paling seringa ialah api (62,5%), diikuti oleh listrik dan cairan panas (masing-masing 12,5%), serta ledakan 6,3%. Berdasarkan luas luka, kategori 10–29% merupakan yang terbanyak (31,3%), sedangkan derajat luka yang paling sering ditemukan ialah derajat II (31,3%). Kelompok usia terbanyak ialah dewasa (18–59 tahun) (62,5%), dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (75%). Seluruh korban merupakan warga negara Indonesia yang berdomisili di Manado. Simpulan penelitian ini ialah luka bakar di wilayah Manado paling sering terjadi pada laki-laki usia produktif akibat paparan api, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan edukasi keselamatan kerja, kewaspadaan domestik, serta penguatan dokumentasi medikolegal untuk mendukung analisis forensik dan perencanaan kebijakan kesehatan Kata kunci: luka bakar; profil kasus; aspek forensik

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

eclinic

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan ...