Kopi merupakan minuman berkafein yang umum dikonsumsi oleh mahasiswa untuk meningkatkan konsentrasi dan daya tahan belajar, terutama saat menghadapi tekanan akademik. Dalam konteks pendidikan keperawatan, kemampuan analisis merupakan faktor yang sangat penting, terutama dalam menghadapi ujian Student Oral Case Analysis (SOCA) yang menilai kemampuan berpikir kritis dan klinis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi dengan kemampuan analisis mahasiswa semester 7 Program Studi S1 Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 7 yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai konsumsi kopi dan Kemampuan SOCA, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson sesuai dimana data dinyatakan normal berdasar uji asumsi Kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat konsumsi kopi pada kategori sedang (74,1%) dan kemampuan SOCA pada kategori tinggi (48,2%). Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,240 dengan p < 0,004, yang berarti terdapat hubungan positif antara konsumsi kopi dan kemampuan SOCA, meskipun kekuatannya tergolong lemah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, namun bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kemampuan analisis SOCA.
Copyrights © 2026