Jurnal Kolaboratif Sains
Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress

Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Untuk Menurunkan Tekanan Darah Dengan Diagnosa Keperawatan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Talise Kota Palu: Implementation Of Warm Water Foot Soak Therapy To Lower Blood Pressure With Nursing Diagnosis Of Cerebral Perfusion Risk Is Not Effective In The Elderly With Hypertension In Talise Health Center In Palu City

Fadira Anggraini (Unknown)
Febrianti, Nur (Unknown)
Maryam (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Jan 2026

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular pada lansia dan dapat memicu gangguan perfusi serebral. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya dilakukan dengan terapi farmakologi, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis seperti terapi rendam kaki air hangat yang terbukti dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan Untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan diagnosa keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang lansia berusia 75 tahun dengan riwayat hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Intervensi yang diberikan berupa terapi rendam kaki air hangat selama 20–30 menit selama 3 hari berturut-turut dengan suhu air 40,5–43°C. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Setelah intervensi dilakukan selama 3 hari, terjadi penurunan tekanan darah dari 168/110 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Pasien juga menunjukkan penurunan keluhan seperti sakit kepala dan rasa tegang di tengkuk. Intervensi berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak ditemukan efek samping. Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko perfusi serebral tidak efektif pada lansia hipertensi. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer di fasilitas layanan kesehatan primer.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JKS

Publisher

Subject

Religion Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Health Professions Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Other

Description

Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan ...