Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular pada lansia dan dapat memicu gangguan perfusi serebral. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya dilakukan dengan terapi farmakologi, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis seperti terapi rendam kaki air hangat yang terbukti dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan Untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan diagnosa keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang lansia berusia 75 tahun dengan riwayat hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Intervensi yang diberikan berupa terapi rendam kaki air hangat selama 20–30 menit selama 3 hari berturut-turut dengan suhu air 40,5–43°C. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Setelah intervensi dilakukan selama 3 hari, terjadi penurunan tekanan darah dari 168/110 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Pasien juga menunjukkan penurunan keluhan seperti sakit kepala dan rasa tegang di tengkuk. Intervensi berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak ditemukan efek samping. Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko perfusi serebral tidak efektif pada lansia hipertensi. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer di fasilitas layanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026