Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia, dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Meskipun berbagai jenis obat antihipertensi telah tersedia, tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan masih rendah. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan tersebut adalah dukungan keluarga, baik dalam bentuk dukungan emosional, informasional, maupun instrumental, yang membantu pasien menjalani terapi secara teratur dan berkelanjutan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Mabelopura Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 37 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat dukungan keluarga dan kepatuhan pasien terhadap terapi obat antihipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 90% pasien dengan dukungan keluarga menunjukkan kepatuhan yang tinggi, sedangkan 94,1% pasien tanpa dukungan keluarga cenderung tidak patuh dalam menjalankan pengobatan. Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi terhadap terapi pengobatan. Keterlibatan keluarga perlu diperkuat melalui edukasi dan konseling kesehatan untuk mendukung keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi akibat hipertensi. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis keluarga secara longitudinal.
Copyrights © 2026