Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pagu belanja terhadap kinerja serapan anggaran pemerintah daerah provinsi di Indonesia dalam konteks desentralisasi fiskal. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivis, penelitian ini memanfaatkan data panel 38 provinsi selama periode 2015–2024. Kinerja serapan anggaran diukur sebagai rasio antara realisasi belanja dan pagu belanja, sedangkan pagu belanja digunakan sebagai variabel independen utama yang mencerminkan kapasitas perencanaan fiskal daerah.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pagu belanja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serapan anggaran, meskipun besarnya pengaruh bersifat moderat. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan alokasi anggaran belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi realisasi belanja yang optimal. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan mengenai pentingnya penguatan manajemen pelaksanaan anggaran dan kapasitas institusional pemerintah daerah guna meningkatkan efektivitas belanja publik dalam era desentralisasi fiskal.
Copyrights © 2025