Seni helaran Buta Kararas Tilas merupakan warisan budaya masyarakat Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang memadukan seni pertunjukan, ritual mistis, dan kepercayaan spiritual. Figur sentral dalam seni helaran ini adalah Buta Kararas (Raksasa Daun Pisang), makhluk mitologis yang diwujudkan melalui representasi visual menyeramkan, busana khas daun pisang kering, dan simbolisme mendalam. Penelitian ini bertujuan mengkaji aspek estetika visual dan makna filosofis Buta Kararas. Data diperoleh melalui studi literatur dan publikasi narasi budaya lokal, serta dokumentasi foto dan video dari beberapa media sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa detail rupa Buta Kararas bukan sekedar ornamen artistik, melainkan sarat simbolisme yang terkait kekuatan, kewaspadaan, perlindungan, serta keterhubungan manusia dengan alam dan dunia spiritual. Metode kajian analisis visual dan makna simbolik menggunakan pendekatan Semiotika dari Roland Barthes dan Umberto Eco. Kajian menemukan adanya tiga jenis desain figur Buta Kararas yang menimbulkan perbedaan interpretasi. Hal ini menunjukkan adanya dinamika dalam pewarisan tradisi dan kreativitas komunitas lokal. Penelitian ini menegaskan relevansi seni helaran Buta Kararas Tilas dalam menjaga identitas budaya Panjalu sekaligus memperkuat nilai kearifan lokal Sunda di tengah arus globalisasi.
Copyrights © 2025