Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang berpotensi sebagai sumber bahan baku obat herbal, salah satunya adalah tapak dara yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa fitokimia hasil fraksinasi ekstrak etanol tapak dara menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Proses ekstraksi dilakukan secara sonikasi terhadap 500 g serbuk daun dengan 1.000 mL etanol 96%, menghasilkan rendemen sebesar 7,28%. Fraksinasi dilakukan bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol, menghasilkan randemen masing-masing sebesar 21,4%, 10,2%, dan 18,9%. Hasil KLT menunjukkan bahwa fraksi n-heksana mengandung alkaloid (Rf 0,28; 0,33; 0,39) dan flavonoid (Rf 0,28), fraksi etil asetat mengandung alkaloid (Rf 0,80; 0,88), flavonoid (Rf 0,11), serta tanin (Rf 0,11; 0,44), sedangkan fraksi etanol negatif terhadap semua uji.
Copyrights © 2025