Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis liputan media mengenai peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam demonstrasi menentang tunjangan DPR pada Agustus 2025, guna mengungkap pengaruhnya terhadap opini publik di era demokrasi Indonesia, khususnya melalui media digital yang dapat memicu perpecahan sosial. Metode yang diterapkan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif, dengan fokus pada artikel berita dari Kompas.com dan Detik.com; sampel terdiri dari 5 artikel relevan per media (dalam bahasa Indonesia dan secara eksplisit menyebutkan peran Polri), dikumpulkan melalui studi dokumen primer dengan pencarian kata kunci online, dan dianalisis melalui analisis konten kualitatif termasuk pengkodean tematik, interpretasi, dan perbandingan pola penyajian. Temuan utama menunjukkan bahwa Kompas.com menggambarkan peran Polri dalam sorotan negatif (sebagai represif dan memicu konflik), sementara Detik.com lebih positif-netral (humanis dan mendukung), yang mempengaruhi opini publik dan pembentukan persepsi sosial, sehingga menekankan pentingnya literasi media untuk mengurangi bias.
Copyrights © 2026