Menurut WHO, penyakit Pneumonia telah mengambil nyawa 740.180 anak dengan rentang usia <5 tahun. Provinsi Sumatera Utara, memiliki angka temuan kasus dan kematian akibat penyakit Pneumonia pada balita yang fluktuatif dari tahun 2020 - 2023, sehingga terdapat Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki temuan kasus Pneumonia tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi ekologi faktor host (Jenis Kelamin, ASI eksklusif, IDL, Status Gizi, dan BBLR) dengan penyakit Pneumonia pada balita di Provinsi Sumatera Utara tahun 2020 – 2023. Desain penelitian menggunakan studi ekologi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi kasus Pneumonia pada balita berdasarkan klasifikasi temuan kasus di Provinsi Sumatera Utara tahun 2020 – 2023 mengalami fluktuatif. Kabupaten Deli Serdang dan Kota Tebing Tinggi menjadi Kabupaten/Kota dengan kecenderungan angka temuan kasus Pneumonia pada balita tertinggi. Faktor Host yang memiliki kecenderungan positif dengan kasus Pneumonia pada balita yaitu ASI eksklusif, IDL dan BBLR, sedangkan yang memiliki Kecenderungan negatif yaitu status gizi. Pemetaan kasus Pneumonia pada balita tahun 2020 dalam kategori tinggi terdapat pada 10 Kabupaten/Kota, tahun 2021 kategori tinggi terdapat pada 3 Kabupaten/Kota, tahun 2022 kategori tinggi terdapat pada 7 Kabupaten/Kota, dan tahun 2023 kategori tinggi terdapat pada 9 Kabupaten/Kota. Saran untuk Dinas Kesehatan untuk meningkatkan sistem pemantauan dan pencatatan berbasis elektronik, Meningkatkan pemantauan serta edukasi kepada orang tua, Menyediakan layanan imunisasi keliling dan melakukan kerjasama dengan kader, memperkuat program pemantauan terhadap ibu hamil dan bayi baru lahir agar terhindar BBLR, memperkuat edukasi kepada ibu menyusui mengenai ASI eksklusif.
Copyrights © 2026