Penelitian ini berkaitan dengan penguatan governansi digital dalam pengelolaan informasi sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai upaya penguatan keterbukaan informasi publik. Pusat Sejarah TNI (Pusjarah TNI) telah memanfaatkan website sebagai media publikasi sejarah, namun implementasi tata kelola digital masih menghadapi keterbatasan pada aspek kebijakan, kelembagaan, sumber daya manusia, integrasi data, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan teori Governansi Digital dan pendekatan Model Empat Tahap Pengembangan e-Government (Layne & Lee) untuk menganalisis tingkat kematangan tata kelola digital, serta strategi pemanfaatan teknologi digitaldalam merumuskan strategi penguatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa governansi digital informasi sejarah TNI masih berada pada tahap awal pengembangan, yaitu katalogisasi dan transaksi sederhana, serta belum terintegrasi secara optimal. Strategi penguatan difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM, penguatan kebijakan dan kelembagaan, integrasi sistem informasi, serta pengembangan layanan digital yang mendukung keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026