Lamongan merupakan salah satu daerah yang mengembangkan usaha wingko, dimana setiap tahunnya permintaan wingko semakin meningkat. UMKM terbesar di Lamongan bergerak di bidang makanan, salah satunya UMKM wingko dimana para pelaku usaha memanfaatkan jajanan khas Lamongan ini sebagai salah satu lahan usaha yang dirasa cukup menjanjikan, karena dari banyaknya penjual wingko tidak membuat mereka mundur dalam menjalankan usaha ini. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui kelebihan aglomerasi berdasarkan pengalaman pemilik usaha di pusat oleh-oleh wingko khas lamongan (2) Merumuskan strategi pemasaran wingko di Pusat Oleh-Oleh Wingko Khas Lamongan. Metode yang digunakan yaitu metode AHP. analisis AHP (Analytic Hierarchy Process) dapat disimpulkan bahwa strategi yang perlu mendapatkan prioritas pemasaran adalah produk dan Aglomerasi. Untuk produk titik tekannya pada ukuran. Sedangkan untuk Aglomerasi titik tekannya pada pusat. Pada saat melakukan pemasaran untuk produknya lebih memperhatikan tekstur agar konsumen lebih tertarik untuk membeli. Aglomerasi atau Pemusatan aktivitas jual beli oleh-oleh khas Lamongan. Dengan berdekatan satu sama lain, manfaat yang didapat antara penjual dan pembeli adalah penghematan biaya,dapat saling bertukar informasi, keuntungan pelayanan dan lain sebaginya. Karena karakteristik aglomerasi adalah bahwa aktivitas dari suatu perusahaan juga menghasilkan keuntungan bagi perusahaan lainnya.
Copyrights © 2025