Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini melalui pendekatan STEAM. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru PAUD yang terlibat langsung dalam pembelajaran STEAM. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi pedoman observasi perkembangan motorik halus, pedoman wawancara, dan catatan dokumentasi pembelajaran. Analisis data dilakukan yang meliputi tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada beberapa indikator motorik halus, yaitu koordinasi tangan–mata, ketepatan gerak jari, kekuatan otot kecil, dan kemandirian anak dalam menyelesaikan tugas manipulatif. Peningkatan tersebut terlihat melalui aktivitas meronce, menggunting-menempel, membuat mozaik, eksperimen sederhana, dan konstruksi mini yang terintegrasi dalam unsur STEAM. Peran guru sebagai perancang kegiatan, fasilitator, dan pendamping menjadi faktor kunci keberhasilan pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan strategi konkret guru dalam menerapkan STEAM untuk pengembangan motorik halus pada konteks PAUD dengan sarana terbatas.
Copyrights © 2026