Lakon Mainan Gelas karya Tennessee Williams yang disadur oleh Suyatna Anirun merupakan lakon yang mengangkat isu sosial tentang dampak trauma orang tua terhadap anak-anaknya melalui tuntutan kesempurnaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan tekstur lakon tersebut menggunakan teori Kernodle sebagai dasar perancangan pementasan teater bergaya realisme. Metode penelitian deskriftif kualitatif diterapkan melalui studi pustaka dan analisis naskah, dengan fokus pada tema sosial, plot linier dengan flashback, karakter komplekas (Arini sebagai ibu otoriter, Liswati yang pendiam, dan Taufik yang keras), serta tekstur meliputi dialog simbolik, mood melankolis penuh tekanan batin, dan spektakel visual seperti pecahnya mainan gelas sebagai simbol kerapuhan hubungan keluarga. Hasil analisis menunjukkan bahwa lakon ini mengungkap konflik batin Arini akibat ditinggal suami, yang memicu sikap kerasnya terhadap anak-anak, menciptakan suasana rumah yang murah dan penuh ketegangan. Kesimpulan penelitian mengungkap kritik implisit terhadap pola asuh otoriter yang memperkuat siklus trauma antargenerasi, dengan relevansi sosial bagi masyarakat modern, terutama orang tua berpendidikan tinggi di kota besar.
Copyrights © 2025