Urgensi Penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) seringkali disebabkan oleh metode pembelajaran yang cenderung pasif dan kurang menstimulasi pemikiran kritis siswa di sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan siswa, memfasilitasi konstruksi pengetahuan secara mandiri, dan meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Tujuan dan Metode Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode inkuiri terbuka dalam meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa sekolah dasar. Jenis pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen murni (true experimental design) menggunakan desain Posttest-Only Control Group Design.Populasi dan Sampel: Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 244 Lawo, Kabupaten Soppeng. Sampel penelitian dipilih secara purposive dan terdiri dari dua kelas 5 (V) yang dibagi menjadi: Kelompok Eksperimen: Memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri terbuka dan Kelompok Kontrol: Diajar menggunakan metode konvensional (ceramah dan penugasan). Instrumen Penelitian yaitu Instrumen utama yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes prestasi belajar IPS berbentuk pilihan ganda dan/atau uraian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dan Instrumen observasi untuk keaktifan siswa dalam penyampaian berbagai argumantasi Hasil Penelitian bahwa Analisis data menggunakan uji-t (t-test) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar kedua kelompok (p < 0,05). Siswa dalam kelompok eksperimen menunjukkan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan dan Implikasi:Hasil ini membuktikan bahwa metode inkuiri terbuka berkontribusi secara positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka dalam memahami materi IPS. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada siswa di tingkat sekolah dasar. Meskipun demikian, keterbatasan penelitian pada cakupan sampel tunggal sekolah memerlukan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas guna memperkuat bukti empiris temuan ini.
Copyrights © 2025