Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan pencegahan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di UPT Puskesmas Paminggir. Menggunakan model Implementasi Kebijakan George C. Edwards III (Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi), penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan program. Data diperoleh dari 18 informan (Petugas Puskesmas, Kader, dan Orang Tua) di wilayah kerja Puskesmas Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hasil menunjukkan bahwa implementasi didukung oleh Struktur Birokrasi yang kuat (koordinasi internal dan ketepatan sasaran/waktu) dan Disposisi Implementor yang berkomitmen. Namun, implementasi menjadi tidak optimal akibat kendala signifikan pada variabel Komunikasi (masih adanya mitos stunting sebagai keturunan yang menyebabkan penolakan program) dan Sumber Daya (keterbatasan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk variasi PMT dan kerusakan sarana transportasi air menuju desa terpencil). Disarankan agar Puskesmas meningkatkan edukasi intensif dan menjalin kemitraan dengan Pemerintah Desa untuk mengatasi keterbatasan sumber daya logistik dan pendanaan.
Copyrights © 2025