Latar bekalang: Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang paling umum di dunia, dengan kepatuhan terhadap terapi pemeliharaan masih rendah, sehingga meningkatkan risiko eksaserbasi, rawat inap, dan mortalitas. Intervensi digital, termasuk perangkat pemantauan elektronik, smart inhaler, smart spacer, aplikasi mobile, dan pengingat SMS, telah muncul sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kepatuhan dan hasil klinis. Tujuan: Menilai efektivitas intervensi digital dalam meningkatkan kepatuhan terhadap terapi pemeliharaan pada pasien asma, mengevaluasi dampak klinis dan ekonomi. Metode: Tinjauan dilakukan terhadap delapan studi RCT dan observasional yang mengevaluasi intervensi digital pada pasien dewasa dan anak-anak dengan asma. Variabel utama meliputi kepatuhan, teknik inhaler, kontrol asma, kualitas hidup, prediksi eksaserbasi, dan cost-effectiveness. Hasil: Intervensi digital secara konsisten meningkatkan kepatuhan hingga 23% dibandingkan kontrol, memperbaiki teknik inhalasi, dan meningkatkan kontrol asma serta kualitas hidup. Algoritma pembelajaran mesin pada inhaler cerdas dapat memprediksi eksaserbasi secara akurat, memungkinkan manajemen proaktif. Studi jangka panjang menunjukkan penghematan biaya melalui pengurangan penggunaan terapi biologik tambahan. Pada anak-anak, kepatuhan dan teknik inhalasi terbukti sebagai dua aspek berbeda, sehingga memerlukan strategi edukasi yang terfokus. Kesimpulan: Intervensi digital terbukti efektif meningkatkan kepatuhan dan hasil klinis pada pasien asma. Strategi ini memiliki potensi untuk mendukung manajemen asma yang dipersonalisasi dan hemat biaya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dan implementasi di praktik klinis dunia nyata.
Copyrights © 2025