Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah utama yang dialami oleh lanjut usia (lansia) seiring proses penuaan, yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan kemandirian mereka. Senam otak (brain gym) merupakan salah satu bentuk intervensi non-farmakologis yang relatif mudah diterapkan dan diduga mampu merangsang kerja otak melalui gerakan sederhana yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis pengaruh senam otak terhadap kemampuan kognitif pada lansia. Metode yang digunakan adalah systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Artikel dikumpulkan dari tiga basis data: Scopus, PubMed, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa populasi lansia, intervensi berupa senam otak, dan hasil pengukuran fungsi kognitif menggunakan alat seperti Mini-Mental State Examination (MMSE) atau pengukuran kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Dari 166 artikel yang diidentifikasi, 9 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Setiap artikel dinilai kualitasnya melalui proses critical appraisal menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI) yang disesuaikan dengan desain masing-masing studi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan semi-kuantitatif; satu studi melakukan meta-analisis namun hasilnya belum menunjukkan efektivitas senam otak yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, mayoritas studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam fungsi kognitif lansia setelah intervensi senam otak. Temuan ini mengindikasikan bahwa senam otak memiliki potensi sebagai strategi non-farmakologis yang efektif dalam menjaga dan meningkatkan fungsi kognitif lansia. Penelitian lebih lanjut dengan desain eksperimental yang lebih kuat dan ukuran sampel yang lebih besar sangat diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah yang ada.
Copyrights © 2025