Background: Kekerasan verbal dari orang tua terhadap anak prasekolah merupakan isu serius yang berdampak pada perkembangan kognitif anak. Aspek kognitif, seperti bahasa, memori, dan kemampuan memecahkan masalah, sangat krusial bagi pertumbuhan dan pembelajaran anak di usia dini. Studi menunjukkan bahwa kekerasan verbal dapat menimbulkan gangguan emosional dan hambatan dalam perkembangan kognitif anak. Objective: mengidentifikasi hubungan verbal abuse orang tua dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di tk muslimat nu 10 kota malang. Methods: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel sebanyak 70 anak prasekolah dipilih secara purposive sampling. Data mengenai kekerasan verbal dikumpulkan melalui kuesioner kepada orang tua, sedangkan perkembangan kognitif anak diukur menggunakan instrumen observasi standar. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi untuk melihat hubungan antara variabel. Results: Sebagian besar anak mengalami kekerasan verbal sering kali (70%) dengan bentuk makian dan cacian sebagai yang paling dominan. Hasil pengukuran perkembangan kognitif menunjukkan bahwa 77% anak mengalami perkembangan kognitif kurang berkembang. Anak perempuan menunjukkan perkembangan kognitif yang lebih baik dibandingkan anak laki-laki, terutama dalam aspek pengucapan kata dan ingatan jangka panjang. Verbal abuse dari orang tua memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah. Conclusion: Kekerasan verbal yang dialami anak usia prasekolah berpotensi menghambat perkembangan kognitifnya. Oleh karena itu, perlu edukasi dan peningkatan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pengasuhan positif tanpa kekerasan verbal untuk mendukung perkembangan optimal anak.
Copyrights © 2025