Latar Belakang: Nyeri osteoartitis cukup banyak dijumpai. Gejala klinis ini mengganggu area persendian dan berdampak pada terganggunya fungsi tubuh penderitanya. Penanganan nyeri selama ini masih bertumpu pada tatalaksana farmakologis dan belum banyak penderita yang mencoba penanangan secara non farmakologis. Tujuan: Mengetahui apakah ada Pengaruh penerapan Terapi Relaksasi OtotProgresif Terhadap Skala Nyeri pada Penderita Osteoarthritis di UPTD Puskesmas Gunung Kemala Tahun 2025. Metode: Desain penelitian menggunakan rancangan Pra-Experimental dengan pendekatan One Group PreTest-PostTest Design. Populasi 850 orang, teknik pengambilan sampel Purposive Sampling, jumlah sampel 30 responden. Data skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale dan Visual Analog Scale sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi otot progresif, pelaksanaan 28 April-07 Mei 2025 di Puskesmas Gunung Kemala Kota Prabumulih. Hasil: Sebelum terapi relaksasi otot progresif, 20 orang mengalami nyeri berat dan 10 orang mengalami nyeri sedang, setelah dilakukan intervensi terapi relaksasi otot progresif terjadi penurunan skala nyeri 6 orang mengalami nyeri ringan, 19 orang mengalami nyeri sedang dan 5 orang masih mengalami berat. Hasil analisis statistic menggunakan Uji Wilcoxon didapatkan nilai 0,000. Saran: Agar Pasien dapat menerapkan secara mandiri terapi otot progresif tindakan nonfarmakologi sebagai terapi konvensional terhadap keluhan nyeri osteoarthritis guna meningkatkan derajat kesehatan menjadi lebih baik. Kata Kunci: Nyeri, Osteoartritis, Terapi Relaksasi Otot Progresif,
Copyrights © 2025