Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan, sehingga diperlukan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Jus pepaya (Carica papaya) berpotensi menurunkan tekanan darah melalui kandungan kalium, vitamin, flavonoid, dan enzim papain yang berperan dalam vasodilatasi serta perbaikan fungsi endotel. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian jus pepaya terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (pretest–posttest without control group). Sampel berjumlah 27 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian jus pepaya 200 ml sekali sehari selama 5 hari. Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Hasil: Uji Shapiro–Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (p>0,05). Analisis Paired Sample T-Test menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dari 161,81 menjadi 149,77 mmHg dan diastolik dari 88,66 menjadi 81,15 mmHg (p = 0,000). Saran: Disarankan agar pihak panti sosial maupun fasilitas kesehatan dapat menjadikan jus pepaya sebagai salah satu alternatif pendukung dalam program pengendalian hipertensi pada lansia sebagai terapi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan pada lansia. Kata Kunci : Hipertensi, Jus Pepaya, Lansia, Tekanan Darah
Copyrights © 2025