Latar Belakang: Penyimpanan obat di rumah tangga merupakan praktik umum di masyarakat, namun penyimpanan dan pembuangan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan terbentuknya sampah obat berupa obat rusak dan kadaluarsa. Penanganan sampah obat yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, penyalahgunaan obat, serta pencemaran lingkungan. Tujuan: Menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penanganan sampah obat rumah tangga serta kesesuaiannya dengan perilaku pembuangan obat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kepada 285 responden di Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Kota Kayuagung. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik (76–100%), sedang (56–75%), dan kurang (<56%). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penanganan sampah obat rumah tangga, yaitu sebanyak 226 responden (79,3%). Namun, perilaku pembuangan obat belum sejalan dengan tingkat pengetahuan tersebut, di mana mayoritas responden (86,7%) masih membuang obat yang tidak digunakan bersama sampah rumah tangga. Saran: Terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik masyarakat dalam penanganan sampah obat rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan serta penyediaan sistem pembuangan obat yang aman dan mudah diakses, dengan melibatkan peran aktif tenaga kesehatan dan dukungan kebijakan di tingkat komunitas. Kata kunci: Penanganan sampah obat, Tingkat pengetahuan, Perilaku masyarakat, Obat rumah tangga
Copyrights © 2025