Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENILAIAN POLA PENGGUNAAN OBAT MENGGUNAKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI INDONESIA : STUDI POTONG LINTANG Amrullah, Hafizh; Riawan, Hendik
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v9i2.139

Abstract

Penggunaan obat tidak rasional menjadi permasalahan serius yang perlu dipecahkan di hampir semua negara. Penelitian penggunaan obat rasional terus dilakukan untuk memperbaiki situasi yang sedang mengalami krisis kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pola peresepan di puskesmas kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan indikator peresepan WHO. Sampel pada penelitian ini adalah Puskesmas yang pelayanan kefarmasiannya dilakukan oleh tenaga kefarmasian. Penelitian ini menggunakan data retrospektif berdasarkan laporan penggunaan obat rasional (POR) puskesmas. Sebanyak 24 puskesmas dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan jumlah item per resep di puskesmas Kabupaten OKI sebesar 3,34 sedangkan Kota Mataram 2,38. Peresepan obat generik puskesmas Kabupaten OKI dan Kota Mataram sebesar 98,48% dan 94,43%. Peresepan antibiotik pada diare non spesifik Kabupaten OKI sebesar 69,05% dan Kota Mataram 0,58%. Peresepan antibiotik pada ISPA non-Pneumoni Kabupaten OKI dan Kota Mataram sebesar 54,30% dan 0,52%. Peresepan injeksi pada mialgia Kabupaten OKI sebesar 8,27% sedangkan Kota Mataram 0,00%. Pada kesesuaian item dengan Fornas menunjukkan persentase Kabupaten OKI dan Kota Mataram sebesar 89,47% dan 74,98%. Hasil penelitian menyiratkan kewajiban pemantauan dan evaluasi terhadap pola peresepan puskesmas secara berkelanjutan agar dampak penggunaan obat yang tidak rasional dapat dihindari.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENANGANAN SAMPAH OBAT RUMAH TANGGA DI KECAMATAN KOTA KAYUAGUNG Amrullah, Hafizh; Firdiawan, Arie; Munarsih, Ensiwi; Nurleni, Novi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1519

Abstract

Latar Belakang: Penyimpanan obat di rumah tangga merupakan praktik umum di masyarakat, namun penyimpanan dan pembuangan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan terbentuknya sampah obat berupa obat rusak dan kadaluarsa. Penanganan sampah obat yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, penyalahgunaan obat, serta pencemaran lingkungan. Tujuan: Menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penanganan sampah obat rumah tangga serta kesesuaiannya dengan perilaku pembuangan obat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kepada 285 responden di Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Kota Kayuagung. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik (76–100%), sedang (56–75%), dan kurang (<56%). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penanganan sampah obat rumah tangga, yaitu sebanyak 226 responden (79,3%). Namun, perilaku pembuangan obat belum sejalan dengan tingkat pengetahuan tersebut, di mana mayoritas responden (86,7%) masih membuang obat yang tidak digunakan bersama sampah rumah tangga. Saran: Terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik masyarakat dalam penanganan sampah obat rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan serta penyediaan sistem pembuangan obat yang aman dan mudah diakses, dengan melibatkan peran aktif tenaga kesehatan dan dukungan kebijakan di tingkat komunitas. Kata kunci: Penanganan sampah obat, Tingkat pengetahuan, Perilaku masyarakat, Obat rumah tangga